Mataram, Sabtu 11 Juli 2026 — Festival Ekonomi Syariah (FESYAR) Kawasan Timur Indonesia (KTI) 2026 menghadirkan Seminar Flagship Economic Forum bertema “Accelerating Islamic Economic Through Digitalization and Innovation in The Ecosystem” di Lombok Epicentrum Mall, Mataram. Seminar ini menjadi wadah diskusi strategis yang mempertemukan regulator, akademisi, industri, dan pemerintah daerah dalam membahas percepatan pengembangan ekonomi syariah melalui digitalisasi dan inovasi.
Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat, Baiq Nelly Yuniarti, dilanjutkan dengan keynote speech dari Kepala Grup Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, Dr. H. Suryono, SE., MM., CILC., CCMP.

Seminar menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai institusi, di antaranya Triyono Raharjo selaku Deputi Direktur Madya Departemen Pengaturan dan Pengembangan UMKM dan Keuangan Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Nazaruddin selaku Direktur Utama Bank NTB Syariah, Prof. Dr. Baiq EL Badriati, M.E.I. selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Mataram, serta Baiq Nelly Yuniarti selaku Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. Baiq EL Badriati, M.E.I. menyampaikan materi mengenai peran perguruan tinggi dalam mendukung percepatan pengembangan ekonomi syariah melalui digitalisasi, inovasi, serta penguatan sumber daya manusia yang unggul. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab strategis dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri halal.

Beliau menjelaskan bahwa transformasi digital telah menjadi bagian penting dalam pengembangan ekosistem ekonomi syariah, baik pada sektor keuangan, industri halal, kewirausahaan, maupun pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu, sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, regulator, dan pelaku industri perlu terus diperkuat agar mampu menciptakan inovasi yang berkelanjutan.
Selain membahas transformasi digital, seminar ini juga mengulas berbagai isu strategis lainnya, seperti transformasi dan inovasi industri keuangan syariah, digitalisasi keuangan dan pembiayaan syariah, serta integrasi ekonomi syariah dalam pembangunan daerah. Diskusi berlangsung interaktif dengan antusiasme peserta yang berasal dari akademisi, mahasiswa, pelaku industri, dan masyarakat umum.

Melalui penyelenggaraan Seminar Flagship Economic Forum, FESYAR KTI 2026 diharapkan mampu memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang inklusif, inovatif, dan berdaya saing. Partisipasi Dekan FEBI UIN Mataram sebagai narasumber menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di tingkat regional maupun nasional.