Mataram, 30 April 2026 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Mataram melalui Program Studi Pariwisata Syariah turut berpartisipasi dalam Dialog Kebijakan Wikithon Partisipasi Publik IV yang diselenggarakan oleh BASAibu Wiki-NTB di Kantor Bappeda Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kamis, 30 April 2026.
Kegiatan ini menjadi ruang kolaboratif bagi pemerintah daerah, akademisi, praktisi, dewan juri, serta generasi muda NTB dalam merumuskan gagasan dan aksi nyata untuk mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan. Dialog tersebut dihadiri oleh Kepala Bappeda NTB, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, akademisi, praktisi, serta peserta terpilih Wikithon.
Dalam kegiatan tersebut, Program Studi Pariwisata Syariah FEBI UIN Mataram diwakili oleh dua dosen, yaitu Teguh Iman Pribadi, M.Par. dan Muhamad Alam Setiawan, M.Tr.Par. Kehadiran dosen Pariwisata Syariah menjadi bentuk dukungan akademik FEBI UIN Mataram terhadap penguatan gagasan pemuda dalam membangun pariwisata NTB yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing global.

Capaian membanggakan juga diraih oleh dua mahasiswa Program Studi Pariwisata Syariah FEBI UIN Mataram, yaitu Diki Wahyudin dan Eka Sri Wahyuni, yang berhasil masuk dalam Top Ten Lomba Esai Wikithon Partisipasi Publik IV. Keduanya menjadi bagian dari peserta terpilih yang mempresentasikan gagasan kreatif terkait pengembangan pariwisata berkelanjutan di NTB.
Koordinator Provinsi Wikithon NTB, Walissa Tanaya Pramanasari, menyampaikan bahwa kegiatan Wikithon tahun ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan. Wikithon Begumi yang berlangsung sejak 10 Februari hingga 10 April 2026 berhasil menghimpun 336 karya dari pemuda NTB, baik dari kalangan siswa, mahasiswa, maupun masyarakat umum.
“Angka ini bukan sekadar statistik, tetapi representasi dari suara, kepedulian, dan kreativitas pemuda NTB dalam merancang pariwisata berkelanjutan,” ujar Walissa.
Melalui proses seleksi, terjaring sepuluh gagasan terbaik dari berbagai daerah di NTB, termasuk dari wilayah Bima. Para peserta Top Ten kemudian diberikan kesempatan untuk mempresentasikan ide secara lebih mendalam, dilanjutkan dengan diskusi kelompok bersama akademisi, praktisi, dan dewan juri.
Kepala Bappeda NTB, Baiq Nelly Yuniarti, dalam sambutannya menegaskan bahwa perubahan daerah harus dimulai dari pemuda. Menurutnya, Bappeda NTB sangat terbuka untuk memfasilitasi ruang-ruang kolaborasi yang melibatkan generasi muda dalam pembangunan daerah.
“Jangan hanya pintar menulis, tetapi implementasi konkret harus diwujudkan. Dunia nyata membutuhkan aksi,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa NTB memiliki agenda strategis dalam pengentasan kemiskinan, penguatan ketahanan pangan, pembangunan ekosistem industri pertanian dan subsektornya, serta pengembangan NTB sebagai destinasi kelas dunia. Dalam konteks tersebut, pariwisata berkualitas, ekonomi kreatif, pemberdayaan desa, serta kemampuan generasi muda dalam membaca arah pembangunan daerah menjadi faktor penting yang perlu terus diperkuat.

Bagi FEBI UIN Mataram, keterlibatan dosen dan mahasiswa Pariwisata Syariah dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen fakultas dalam mendukung pengembangan keilmuan yang tidak berhenti pada ruang akademik, tetapi juga hadir dalam ruang kebijakan publik dan pemberdayaan masyarakat. Capaian mahasiswa dalam ajang Wikithon ini juga menjadi bukti bahwa mahasiswa FEBI memiliki kapasitas untuk menyampaikan gagasan, membaca persoalan daerah, serta menawarkan solusi kreatif berbasis keilmuan pariwisata.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Pariwisata Syariah FEBI UIN Mataram diharapkan semakin aktif membangun kolaborasi lintas sektor, khususnya dalam pengembangan pariwisata yang berlandaskan nilai keberlanjutan, inklusivitas, kearifan lokal, dan kemanfaatan sosial. Prestasi Diki Wahyudin dan Eka Sri Wahyuni diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berani menulis, berdiskusi, meneliti, dan menghadirkan gagasan yang berdampak bagi masyarakat.