Select Page

Senin, 21 November 2022. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Mataram gelar acara Focus Group Discussion (FGD) Refreshment Tim Akreditasi Program Studi FEBI UIN Mataram dengan mengundang narasumber Bapak Prof. Dr. H. Sugeng Listiyo Prabowo, M.Pd dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dan turut dihadiri oleh Wakil Rektor I Bapak Prof. Dr. H. Adi Fadli, M.Ag., Dekan FEBI UIN Mataram Bapak Dr. Riduan Mas’ud, M.Ag., Wakil Dekan I Ibu Dr. Baiq El Badriati, M.E.I., Wakil Dekan II Bapak Dr. Khairul Hamim, M.A., Dosen dan Staff FEBI dari Tim Gugus Mutu FEBI dan Tim Borang Akreditasi bertempat di Hotel Fave Mataram.

Ibu Dr. Baiq El Badriati, selaku Wakil Dekan I FEBI, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan refreshment tim akreditasi borang untuk Program Studi Ekonomi Syariah, Perbankan Syariah dan Pariwisata Syariah meliputi peserta sejumlah 30 orang terdiri dari Dekanat, Tim Gugus Mutu FEBI, Kaprodi / Sekprodi, bagian Umum dan Akademik FEBI serta Dosen muda yang sudah masuk dalam tim borang akreditasi Program Studi. Beliau juga menyampaikan bahwa FEBI akan mencoba reakreditasi untuk masing-masing prodi agar mendapatkan akreditasi lebih baik tentunya dengan mempersiapkan berbagai hal mulai dari tim yang sudah dibentuk dan kegiatan yang dilakukan pagi ini merupakan salah satu ikhtiar FEBI untuk Program Studi di FEBI bisa mencapai unggul harus dibarengi dengan ikhtiar bersama.

Bapak Dr. Riduan Mas’ud, M.Ag., selaku Dekan FEBI, menerangkan perlunya langkah-langkah strategi dan sinergitas antar civitas akademika ke depan bagi FEBI salah satunya kegiatan pagi ini. Salah satu strategi yang akan berjalan hasil Munas Kongres AFEBIS Se-Indonesia, saling membantu untuk akreditasi agar lebih unggul dari kampus selain PTKIN dan dilengkapi dengan sumber daya konsen terhadap Perbankan Syariah, Ekonomi Syariah dan Pariwisata Syariah. Beliau juga menyampaikan bahwa akreditasi kedepan harus disiapkan dari sekarang dan seluruh dosen serta tim bertanggungjawab mewujudkan akreditasi prodi unggul. Beliau merasa bahwa dari sisi infrastruktur dan wawasan yang dimiliki sudah memadai, tinggal memadatkan sinergi yang tercipta secara maksimal. Kedepannya, beliau berpesan kepada Wakil Dekan I harus perbanyak kegiatan yang menunjang akademik guna FEBI kedepan yang lebih baik dan direkam melalui Kalender Akreditasi dalam bentuk Buku Saku nantinya. Strategi lainnya yang akan dicapai yakni melibatkan Dosen S3 dari lintas kampus, contohnya dari kampus Universitas Islam Internasional Indonesia untuk mengajar di FEBI dan mengadakan Seminar Internasional yang akan dilaksanakan oleh FEBI dimana Event Organizernya dari mahasiswa seperti kegiatan yang dilakukan sebelumnya adalah salah satu strategi tabungan akreditasi.

Bapak Prof. Dr. H. Adi Fadli, M.Ag., selaku Wakil Rektor I mewakili Rektor UIN Mataram, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah yang luar biasa dan menitip pesan untuk seluruh peserta mengikuti dengan seksama ilmu yang diberikan oleh narasumber yang memiliki kunci-kunci dan strategi yang bisa diimplementasikan saat pengajuan reakreditasi di tahun depan. UIN Mataram untuk saat ini telah memiliki 3 prodi unggul, butuh minimal 10 prodi agar di 2024 Kampus UIN Mataram mendapatkan akreditasi A dengan target 1,5 tahun kedepan.

Selanjutnya, penyampaian materi oleh Bapak Prof. Dr. H. Sugeng Listiyo Prabowo, M.Pd., dengan tema Pengelolaan Program Studi Berbasis Standar BAN-PT., dimana masing-masing prodi harus tau ukuran-ukuran yang akan dilakukan untuk mengarah ke prodi unggul, salah satunya dilihat dari jumlah gelar Doktor, Lektor Kepala / Guru Besar, masa tunggu lulusan dan persepsi pengukuran tracer study harus dinyatakan sangat baik. Beliau menyampaikan tahapan pembuatan tim akreditasi terdiri dari tim pembuat yang menyusun kurikulum mengikuti pedoman implementasi kurikulum dan analisis kebijakan yang timbul di level nasional akan bagus bagi Program Studi serta membuat regulasi-regulasi terkait. Selanjutnya, tim pemburu data, perlunya digitalisasi data-data yang tersaji akan lebih baik baik pengelolaan data agar lebih tertata dan gampang diakses. Terakhir, tim pembuat data, harus dari Program Studi yang berdaya saing dengan kemampuan yang bagus, bila perlu adakan pelatihan bagi prodi karena memiliki tanggungjawab terhadap akreditasi.

Selain itu, beliau menyampaikan beberapa hal lain terkait rasio dosen di masing-masing prodi setidaknya harus 1:30 untuk Prodi Ekonomi Syariah, Perbankan Syariah dan Pariwisata Syariah. Jika rasio masih dirasa kurang, maka harus mencari solusi di level pimpinan dan yang paling penting harus terekam dan diupdate ke PDDIKTI.

ArabicEnglishIndonesian