Jum’at, 17 Juni 2022. Manager Community Development & Women Empowering Bapak Fathul Rahman bersama tim berkunjung ke Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram guna sowam ke Bapak Prof. Dr. TGH. Masnun, M.Ag selaku Rektor UIN Mataram turut didampingi oleh Kepala Biro AAKK (Administrasi, Akademik, Kemahasiswaan dan Kerjasama) Bapak Drs. H. Subuhi, M.Pd.I, Dekan FEBI Bapak Dr. Riduan Mas’ud, M.Ag dan Kepala Bagian Humas & Kerjasama Bapak H. Sapardi, M.M di Ruang Rapat Terbatas UIN Mataram guna menindaklanjuti perbincangan rapat lanjutan yang digelar di Ruang Aula FEBI hari Kamis, 16 Juni kemarin yang dihadiri oleh Sekretaris Dinas Pariwisata NTB, Perwakilan BKSDA NTB, BPSPL Denpasar, IAGI NTB dan beberapa perguruan tinggi di NTB.

Bapak Prof. Dr. TGH. Masnun, M.Ag., menegaskan siap bersinergi dengan Geopark Rinjani Lombok dalam berbagai hal, tidak berakhir dalam agenda Symposium Marine Conservation and Sustainable Tourism saja, beliau berharap nantinya dapat dibentuk Pusat Kajian Halal Tourism melihat kondisi pariwisata di dunia saat ini berkembang dengan begitu cepat, membuat banyak negara yang mulai berlomba-lomba untuk memajukan sektor pariwisata guna menunjang pereknomian. Jadi, peluang membangun bisnis di sektor pariwisata menjadi salah satu sektor utama yang dirasa sangat menguntungkan, salah satunya dengan membangun sinergi dalam acara ini dirasa penting.

Bapak Dr. Riduan Mas’ud, M.Ag., menerangkan perlunya membangun FEBI agar lebih baik kedepan melalui sinergi antar stakeholder dan beliau siap menindaklanjuti arahan sesuai keinginan Rektor UIN Mataram. Rencana kedepan, FEBI akan melibatkan salah satu Dosen Prodi Pariwisata Syariah dalam event seminar pariwisata di Thailand dan mahasiswa akan dilibatkan dalam kompetisi Internasional yang diadakan oleh UNESCO nantinya.

Bapak Fathul Rahman dalam agenda rapat persiapan hari Kamis lalu telah menerangkan akan ada 2 kegiatan utama yang akan dilakukan, yakni Symposium dan Pelatihan yang bersifat literasi akan menjadi wadah antara akademisi, praktisi dan pegiat di lapangan untuk tidak hanya sekedar teori namun praktiknya juga menjadi faktor utama antara dunia pariwisata dan bidang konservasi dalam rangka peningkatan ekonomi.