Rabu, 25 Juni 2025. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) gelar agenda Training of Trainers (TOT) Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) Syariah dengan menggandeng Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) NTB dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, dihadiri oleh Prof. Dr. H. Subhan Abdullah Acim, MA., selaku Wakil Rektor III UIN Mataram mewakili Rektor, Rudi Sulistyo selaku Kepala OJK Nusa Tenggara Barat, Ario (Analis Senior) selaku Departemen Pengembangan PVML Syariah OJK, Prof. Dr. KH. M. Zaidi Abdad, MA., selaku Dewan Pimpinan Wilayah IAEI NTB, seluruh Jajaran Dekanat FEBI UIN Mataram, turut mengundang 4 narasumber diantaranya: (1) Muhammad Faishol, Lc., MA bidang IKNB Syariah. (2) Dinal Rafdinal, selaku Kepala Departemen Produk Haji dan Wisata Perkumpulan Perusahaan Gadai Indonesia (PPGI). (3) Yana Triyana dan (4) Sara Dwi dari OJK. Kegiatan ini bertempat di Aula FEBI UIN Mataram dengan jumlah peserta mencapai 100 orang dari berbagai kampus,diantaranya Kampus Universitas Islam Negeri Mataram, Universitas Nahdlatul Ulama NTB, Universitas Mataram, Universitas Muhammadiyah Mataram, Universitas Nggusuwaru Bima, Institut Agama Islam Qomarul Huda Bagu, Universitas Islam Al-Azhar, , Universitas Bumigora, Institut Studi Islam Sunan Doe, Institut Agama Islam Nurul Hakim Kediri Lombok Barat, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi AMM, Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor Lombok Timur, Universitas Gunung Rinjani Lombok Timur.

Bapak Rudi Sulistyo, dalam sambutannya membahas terkait Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), banyak mengubah struktur keuangan di Indonesia baik aset digital, crypto dll. “Untuk di Nusa Tenggara Barat, ekosistemnya sudah lengkap, mulai dari sistem bank syariah, BPR menujur syariah, jamkrida sudah full syariah, Perusahaan Pembiayaan (PP) sudah syariah, Lembaga Keuangan Mikro ada beberapa yang syariah dan Modal Ventura yang belum syariah”, ujar beliau. Beliau melanjutkan bahwa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah melakukan survey nasional literasi dan inklusi keuangan syariah yang terbilang masih kecil, dari 100 orang hanya 43% yang mengetahui syariah. Tujuan diadakannya agenda ini untuk mempertajam kembali pemahaman terkait produk syariah agar bisa menyebarluaskan ke masyarakat khususnya di NTB, semakin banyak mengetahui maka semakin banyak yang menggunakan produk syariah kedepannya.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. H. Subhan Abdullah Acim, MA., menjelaskan bahwa UIN Mataram telah melakukan kolaborasi dengan berbagai sektor, seperti keinginan Rektor, keberadaan UIN Mataram harus berdampak. Kegiatan ini menjadi moment yang tepat untuk berdiskusi tentang bagaimana keuangan syariah ini dapat membumi di NTB dan itu tugas dari peserta TOT PVML Syariah hari ini untuk dapat sosialisasi melek keuangan syariah, FEBI dengan 2 Program Studi yakni Ekonomi Syariah dan Perbankan Syariah tentu dapat menjadi gawang untuk bumingnya keuangan syariah di NTB.

Selanjutnya, Prof. Dr. KH. M. Zaidi Abdad, MA, beliau mengucapkan terima kasih kepada OJK sudah mempercayai IAEI NTB untuk kegiatan hari ini dan beliau komitmen untuk bersama-sama mendorong peningkatan literasi dan keuangan syariah di NTB. Beliau juga mengutarakan terkait PVML Syariah ini, merupakan ranah yang baru dan adanya perkembangan wawasan keilmuan terkait hal itu, maka peserta hari ini yang mengikuti TOT PVML Syariah dapat menjadi corong ilmu yang baru terkait fintech, crypto, bitcoin dll di masyarakat.

Bapak Ario, dalam closing statementnya, melihat peserta yang sangat antusias mengikuti acara ini dan menjadi energi tersendiri bagi rekan-rekan dari OJK Pusat dan wilayah hari ini. Beliau juga mengucapkan terima kasih atas partisipasi aktif dari 100 peserta TOT PVML Syariah dan ini menjadi upaya kita bekerjasama dengan akademisi untuk mengembangkan keuangan syariah terutama bagi mahasiswa untuk meningkatkan literasi terkait lembaga keuangan syariah.

