Bali, 15 November 2025 — Program Studi Pariwisata Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Mataram melanjutkan rangkaian kegiatan International Student Culture on Tourism dengan tema “Two Island, One Exchange: Bali Tourism and Lombok Tourismâ€. Pada hari kedua pelaksanaan, rombongan melaksanakan live study Community Based Tourism (CBT) di Desa Wisata Pura Luhur Tanah Lot, Bali, salah satu ikon pariwisata Bali yang dikenal dengan pengelolaan berbasis masyarakat serta kekuatan budaya lokal yang tetap terjaga.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Program Studi Pariwisata Syariah, Wahyu Khalik, M.Par., didampingi oleh Sekretaris Program Studi, Abdul Hadi Sukmana, M.E., serta diikuti oleh 20 mahasiswa Prodi Pariwisata Syariah FEBI UIN Mataram. Live study ini bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa mengenai praktik pengelolaan destinasi wisata yang mengedepankan nilai budaya, kelestarian lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat lokal.
Kegiatan live study ini menjadi bagian penting dari pembelajaran berbasis lapangan, di mana mahasiswa diajak untuk mengamati langsung pengelolaan destinasi wisata berbasis masyarakat, khususnya bagaimana keseimbangan antara nilai budaya, ekonomi lokal, dan keberlanjutan lingkungan dijaga dengan baik oleh masyarakat adat dan pengelola Tanah Lot.
Selama kunjungan, mahasiswa mendapatkan pemaparan mengenai tata kelola kawasan wisata, sistem adat yang tetap dipertahankan, mekanisme pembagian manfaat bagi masyarakat, hingga strategi pelestarian lingkungan untuk menjaga kesakralan kawasan pura. Para mahasiswa juga berdialog dengan pengelola adat, mengamati alur kunjungan wisatawan, serta melihat secara langsung penerapan prinsip sustainable tourism pada destinasi berskala internasional ini.

Ketua Prodi Pariwisata Syariah, Wahyu Khalik, M.Par., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dari kurikulum experiential learning. “Mahasiswa harus melihat langsung bagaimana konsep Community Based Tourism diterapkan pada destinasi kelas dunia seperti Tanah Lot. Pengalaman ini akan memperkaya pemahaman mereka bahwa pariwisata tidak hanya tentang atraksi, tetapi juga tentang nilai, budaya, dan keberlanjutan,†ujarnya.
Dalam kesempatan ini, Kaprodi Pariwisata Syariah Wahyu Khalik, M.Par., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata integrasi akademik dan praktik lapangan.
“Melalui live study di Tanah Lot, mahasiswa dapat mempelajari secara langsung bagaimana pariwisata budaya dan spiritual dikelola secara berkelanjutan oleh masyarakat adat. Model pengelolaan berbasis komunitas di Tanah Lot merupakan praktik terbaik yang sangat relevan untuk diadopsi dan diuji di daerah lain, termasuk Lombok. Kami berharap pengalaman ini memperkaya wawasan mahasiswa dalam mempersiapkan diri menjadi pengelola pariwisata yang profesional dan berkarakter Islami.â€
Sementara itu, Sekprodi Pariwisata Syariah, Abdul Hadi Sukmana, M.E., menambahkan bahwa studi lapangan ini diharapkan dapat menjadi jembatan pengetahuan antara teori dan praktik. “Melalui interaksi langsung dengan pengelola desa wisata, mahasiswa dapat memahami tantangan dan strategi pengembangan destinasi secara lebih komprehensif,†ungkapnya.
Selaku ketua pelaksana, Tegar Herjuan menekankan bahwa kegiatan hari kedua ini sangat berdampak pada penguatan kompetensi mahasiswa.
“Kunjungan ke Tanah Lot memberikan pengalaman berharga bagi kami sebagai mahasiswa. Kami tidak hanya belajar teori, tetapi benar-benar melihat bagaimana masyarakat adat, pengelola, dan industri saling bersinergi dalam menjaga kualitas destinasi. Ini sekaligus menjadi pembelajaran penting tentang bagaimana memadukan nilai lokal, budaya, dan keberlanjutan dalam pengelolaan pariwisata.â€
Salah satu pelaku adat Tanah Lot turut memberikan pandangannya tentang kunjungan mahasiswa.
“Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa dari UIN Mataram. Di Tanah Lot, kami menjaga pariwisata agar tetap selaras dengan adat, budaya, dan kesucian pura. Pariwisata boleh berkembang, tetapi nilai budaya tidak boleh hilang. Generasi muda perlu memahami bahwa keberlanjutan itu bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga soal menjaga jati diri dan warisan leluhur.â€

Selama kegiatan, mahasiswa juga melakukan eksplorasi area pura, melihat alur kunjungan wisatawan, sistem tiket berbasis masyarakat, serta strategi pengendalian dampak pariwisata terhadap lingkungan. Mahasiswa turut melakukan wawancara singkat dengan pengelola untuk menggali informasi lebih dalam terkait manajemen destinasi dan inovasi layanan wisata.
Kegiatan live study di Tanah Lot ini merupakan salah satu agenda penting dari skema pertukaran budaya dan wisata antara Bali dan Lombok yang diusung dalam program International Student Culture on Tourism. Hari-hari berikutnya akan diisi dengan kunjungan, diskusi akademik, dan eksplorasi budaya di berbagai destinasi unggulan lainnya.
Dengan terlaksananya live study ini, Prodi Pariwisata Syariah UIN Mataram berharap mahasiswa semakin siap menjadi generasi profesional pariwisata yang memiliki perspektif global, memahami keberagaman budaya, sekaligus memiliki komitmen kuat terhadap prinsip pariwisata berkelanjutan.