Mataram, 25 November 2025 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram resmi membuka rangkaian acara The 4th International Conference on Finance, Business, and Banking (ICFBB) 2025, sebuah konferensi internasional yang mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara. Agenda pembukaan berlangsung meriah dengan sentuhan budaya lokal sebagai simbol kekayaan tradisi masyarakat Lombok. Acara dimulai pada Selasa pagi dengan penampilan tari budaya (cultural dance) oleh mahasiswa FEBI UIN Mataram yang menampilkan keindahan gerak, warna, dan filosofi seni tradisi Lombok. Pertunjukan ini sekaligus menjadi bentuk penghormatan dan penyambutan kepada para tamu serta delegasi internasional yang hadir.

Setelah pertunjukan pembuka, panitia memberikan penyematan secara simbolis kepada para keynote speakers sebagai bentuk penghargaan atas kehadiran dan kontribusi mereka dalam konferensi ini. Penyematan dilakukan oleh Dekan FEBI Prof. Dr. Baiq EL Badriati, M.E.I., dengan penuh kehormatan, menandai dimulainya kolaborasi akademik yang lebih kuat pada konferensi tahun ini.

Suasana pembukaan semakin semarak dengan hadirnya Gendang Beleq, alat musik tradisional khas Lombok yang melambangkan semangat, persatuan, dan kejayaan. Alunan Gendang Beleq memeriahkan atmosfer ruangan dan mendapat apresiasi antusias dari para peserta, terutama tamu internasional yang menyaksikan secara langsung kekayaan budaya lokal.

Puncak acara pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Rektor UIN Mataram Prof. Dr. H. Masnun, M.Ag., didampingi Kepala Biro AAKK Dr. H. Deni Priansyah, S.Ag., M.Pd.I., Dekan FEBI Prof. Dr. Baiq EL Badriati, M.E.I., Bapak Ahsanul Khalik mewakili Gubernur NTB, Bapak Rudi Sulistyo selaku Kepala OJK NTB, Prof. Ts. Dr. Shafinar Hj. Ismail (UiTM Malaysia) sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan The 4th ICFBB FEBI UIN Mataram, yang berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa hingga Kamis, 25–27 November 2025. Pemukulan gong tersebut mencerminkan komitmen FEBI UIN Mataram dalam memperkuat jejaring ilmiah internasional serta mendorong inovasi di bidang keuangan Islam, bisnis, dan perbankan.

Selanjutnya, Pemaparan dari 6 (enam) Speaker International, pertama yakni Prof. Ts. Dr. Shafinar Hj. Ismail (UiTM Malaysia) dengan tema: Innovating Islamic Finance, Business, and Halal Tourism Through Green Economy and Digitalization

Dalam paparannya, Prof. Shafinar menekankan: (1) Peluang besar dalam halal tourism melalui inovasi layanan dan sertifikasi halal yang terstandarisasi secara global. (2) Integrasi green economy dengan sistem keuangan Islam sebagai langkah strategis menuju pembangunan ekonomi berkelanjutan. (3) Pemanfaatan digitalisasi, seperti AI dan blockchain, untuk memastikan efisiensi syariah compliance.

Selanjutnya, speaker kedua, yakni Bapak Deni dari Bank NTB Syariah dengan tema: Perubahan dari Bank Konvensional menjadi Bank Syariah. Beliau menjelaskan perjalanan transformasi Bank NTB: (1) Peran bank daerah dalam memperkuat ekosistem keuangan syariah nasional. (2) Proses konversi yang mencakup adaptasi regulasi, restrukturisasi produk, dan edukasi publik. (3) Tantangan dan strategi dalam menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap perbankan syariah.

Speaker ketiga, adalah Dr. Nor Surilawana Sulaiman (UNISSA Brunei Darussalam) yang menyampaikan terkait Green Economy Principles in Islamic Business for Sustainable Growth: Building a Sustainable Future through the Green Economy Poin utama paparan fokus kepada: (1) Model bisnis berkelanjutan bagi UMKM syariah yang relevan dengan perkembangan global. (2) Konsep green economy sebagai bagian dari prinsip maqasid al-shariah. (3) Pentingnya bisnis Islam untuk memprioritaskan praktik ramah lingkungan.

Selanjutnya, speaker ke-empat, adalah Umar Habibu Umar, Ph.D., FCA (Northwest University, Kano) dengan tema Sustainability in Halal Tourism. Beliau menekankan terkait Perbandingan praktik halal tourism di berbagai negara OIC, Standar keberlanjutan dalam industri wisata halal serta Implementasi halal tourism yang tidak hanya fokus pada fasilitas ibadah, tetapi juga pada etika, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.

Adapun, kelima yakni Muhammad Azizurohman, SE., M.Sc., C.M.A., Ph.D (Cand.) dari University di Taiwan, Halal Innovation in Secular Tourism, yang menyoroti terkait Studi kasus destinasi wisata di Taiwan yang mengintegrasikan prinsip halal tanpa mengubah identitas lokal, Tantangan menghadirkan layanan halal di negara sekuler dan Inovasi produk berbasis kebutuhan wisatawan Muslim global.

Dalam kesempatan ini, speaker ke-enam adalah Assoc. Prof. Dr. Hakan Aslan (Sakarya Univevrsity, Turkey) dengan tema From Compliance to Impact: Reimagining Zakat, Waqf and Islamic Finance for Social Justice in The Digital Age. Beliau menyampaikan terkait Bagaimana Islamic social finance dapat menjadi solusi global untuk disparitas sosial, Transisi konsep zakat dan wakaf dari sekadar kepatuhan (compliance) menuju impact creation serta Peran teknologi digital seperti blockchain untuk transparansi zakat dan wakaf.