Mataram, 14 Oktober 2025 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram kembali menghadirkan kegiatan akademik inspiratif melalui Guest Lecturer Program yang diselenggarakan oleh Program Studi Kewirausahaan dengan tema “Antropologi Ekonomi: Menemukan Akar Sosial Budaya Kewirausahaan di Indonesia.”

Kegiatan yang digelar di Aula FEBI UIN Mataram ini menghadirkan narasumber, Prof. Dr. H. Nur Syam, M.Si., Guru Besar Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Acara ini dihadiri oleh Rektor yang diwakili oleh Wakil Rektor III UIN Mataram Prof. Dr. H. Jumarim, M.H.I., Dekan FEBI Prof. Dr. Baiq El Badriati, M.E.I., beserta seluruh jajaran dekanat, kaprodi dan sekprodi, para dosen, mahasiswa dari program studi Ekonomi Syariah, Perbankan Syariah, Pariwisata Syariah dan Kewirausahaa, bertempat di Ruang Aula FEBI UIN Mataram.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. H. Jumarim, M.H.I., “Tema yang diangkat hari ini sangat relevan dengan tantangan generasi muda dalam membangun ekonomi bangsa. Ketika kita berbicara tentang kewirausahaan, kita tidak sedang bicara hanya tentang bisnis atau profit, tetapi tentang membangun ekosistem sosial yang berkeadilan dan berkelanjutan. Antropologi ekonomi mengajarkan kita untuk melihat manusia bukan hanya sebagai pelaku ekonomi, tetapi juga sebagai makhluk sosial dan kultural yang hidup dalam nilai dan tradisi. Harapan kami, mahasiswa UIN Mataram mampu menjadi wirausahawan yang tidak tercerabut dari akar budayanya — wirausahawan yang beretika, inovatif, dan berkeadaban.”

Selanjutnya, Prof. Dr. Baiq El Badriati, M.E.I., “Kegiatan guest lecturer ini merupakan bagian dari komitmen FEBI UIN Mataram untuk menghadirkan pembelajaran yang transformatif dan kontekstual. Kita ingin menegaskan bahwa kewirausahaan bukan hanya sekadar kemampuan menciptakan usaha, tetapi juga memahami struktur sosial dan nilai-nilai budaya yang menjadi fondasi masyarakat kita. Melalui tema ‘Antropologi Ekonomi’, kita diajak untuk menemukan kembali bagaimana nilai Islam dan budaya lokal dapat menjadi sumber daya moral dan sosial dalam membangun ekonomi yang berkelanjutan. Saya berharap kegiatan ini menginspirasi mahasiswa untuk menjadi agen perubahan yang mampu menggerakkan ekonomi umat dengan cara yang berakar, beretika, dan berdaya saing.”

Dalam paparannya, Prof. Nur Syam menegaskan bahwa kewirausahaan tidak hanya persoalan ekonomi dan laba, tetapi juga tindakan sosial yang berakar dari nilai, norma, serta lingkungan budaya masyarakat. Ia menjelaskan pentingnya memahami antropologi ekonomi sebagai pendekatan interdisipliner yang memadukan ilmu sosial, ekonomi, dan keislaman dalam memahami perilaku ekonomi umat.

“Kewirausahaan adalah ekspresi budaya. Nilai gotong royong, kemandirian, dan etika sosial yang hidup dalam masyarakat Indonesia merupakan kekuatan besar dalam membangun ekonomi berbasis budaya dan keimanan,” ungkap Prof. Nur Syam.

Ia juga menyoroti pentingnya integrasi ilmu di lingkungan UIN, di mana ilmu ekonomi syariah harus dikembangkan secara interdisipliner dan transdisipliner, memadukan nilai agama, sosial, dan sains. Dalam konteks ini, kewirausahaan menjadi jalan untuk menyatukan theos (nilai ketuhanan), logos (pengetahuan), dan ethos (tindakan) dalam semangat bekerja dan berkarya.

Selain itu, beliau mengajak civitas akademika FEBI untuk membangun “Kurikulum Karya” — suatu model pendidikan integratif yang menumbuhkan semangat beragama berbasis cinta (beragama berbasis cinta dan ekoteologi), serta menumbuhkan ethos kewirausahaan di lingkungan kampus.

“Mari ciptakan rumah-rumah usaha bagi dosen dan mahasiswa, sinergikan dunia kampus dengan dunia industri, dan jadikan kewirausahaan sebagai amal sosial yang membawa kemaslahatan,” pesan beliau menutup kuliah.

Kegiatan ini tidak hanya membuka wawasan mahasiswa mengenai hubungan erat antara ekonomi dan budaya, tetapi juga menjadi momentum penting bagi FEBI UIN Mataram dalam mengokohkan arah pengembangan kewirausahaan berbasis nilai Islam dan kearifan lokal.