Mataram, Rabu 4 Desember 2025 — Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Kantor Wilayah II bersama Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Mataram sukses menyelenggarakan agenda edukasi berskala kampus bertajuk “LPS Goes To Campus: UIN Mataram”. Acara yang berlangsung di Auditorium UIN Mataram ini menjadi momentum penguatan literasi keuangan, khususnya terkait penjaminan simpanan dan stabilitas sistem perbankan nasional, bagi mahasiswa sebagai generasi penerus sektor keuangan syariah dan konvensional. Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor UIN Mataram Prof. Dr. H. Masnun, M.Ag., Wakil Rektor II Prof. Dr. Muhammad Saleh, MA., Kepala Biro AUPKK Arya Hukmi, M.M., Dekan FEBI Prof. Dr. Baiq EL Badriati, M.E.I., beserta jajaran dekanat, Kaprodi/Sekprodi Ekonomi Syariah, Perbankan Syariah, Pariwisata Syariah dan Kewirausahaan, Dosen, Tenaga Kependidikan dan Mahasiswa FEBI UIN Mataram berjumlah 200 orang. Agenda ini turut dihadiri oleh Kepala Kantor Perwakilan LPS II Bambang S. Hidayat dan tim, Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan NTB Rudi Sulistyo.

Dalam sambutannya, Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun, M.Ag menyampaikan bahwa posisi UIN Mataram sebagai perguruan tinggi yang telah meraih predikat Unggul semakin membuka pintu kolaborasi luas dengan berbagai lembaga nasional, termasuk LPS. Beliau menegaskan bahwa setiap lembaga yang datang ke UIN Mataram senantiasa membawa niat baik dan kontribusi positif bagi perkembangan kampus.

“UIN Mataram adalah kampus Cendekia, Terbuka, dan Unggul. Ketika kampus kita semakin unggul, maka semakin banyak lembaga yang datang untuk bekerja sama, termasuk LPS. Kami percaya siapa pun yang datang ke UIN Mataram membawa niat yang positif dan semangat untuk membangun,” ujar Rektor dalam sambutan pembukaannya.

Pertama, kehadiran LPS diharapkan dapat menambah pengetahuan mahasiswa mengenai sistem keuangan nasional, integritas lembaga keuangan, serta peran LPS dalam menjaga stabilitas perbankan. Pemahaman ini penting bagi mahasiswa FEBI dan seluruh civitas akademika agar mampu membaca dinamika sektor keuangan dengan sudut pandang yang benar. Kedua, Rektor menekankan pentingnya perluasan relasi dan jejaring kolaborasi. Menurut beliau, semakin luas relasi seseorang, semakin banyak pula peluang yang terbuka.
“Semakin banyak relasi, semakin banyak rezeki. Relasi itu memperluas kesempatan dan memperkaya wawasan. Kegiatan seperti ini membuka gerbang pertemuan antara kampus dan lembaga nasional,” tegasnya. Ketiga, Rektor menekankan nilai karakter yang harus dimiliki mahasiswa agar mampu menjadi pemimpin masa depan.
“Integritas, loyalitas, dan kapasitas adalah kunci untuk menjadi orang yang berhasil. Itulah tiga nilai yang harus dijaga oleh setiap mahasiswa, terutama di era persaingan global.”

Dengan dibukanya agenda LPS Goes To Campus secara resmi, UIN Mataram berharap kolaborasi berkelanjutan antara kampus dan LPS dapat terus memperkokoh literasi keuangan, meningkatkan kedekatan akademisi dengan lembaga keuangan negara, dan mencetak generasi muda yang berintegritas, kompeten, dan siap memimpin sektor ekonomi di masa depan.

Selanjutnya, sambutan Dekan FEBI UIN Mataram, Prof. Dr. Baiq EL Badriati, M.E.I., menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran para tamu undangan serta komitmen Lembaga Penjamin Simpanan dalam mendukung penguatan pengetahuan finansial di lingkungan perguruan tinggi.

“Salam hormat saya sampaikan kepada seluruh tamu undangan yang berkenan hadir. UIN Mataram saat ini memiliki lebih dari 15.000 mahasiswa, dengan sekitar 14.000 mahasiswa yang aktif mengikuti perkuliahan, serta didukung oleh 454 dosen yang berdedikasi. Kerja sama dengan LPS merupakan kehormatan sekaligus peluang berharga bagi kami di FEBI untuk membuka ruang edukasi, literasi, dan dialog finansial yang bermanfaat bagi mahasiswa,” turut Prof. Baiq EL Badriati, M.E.I.

Prof. Baiq EL Badriati juga menegaskan bahwa kolaborasi ini diharapkan bukan hanya menjadi program sesaat, melainkan dapat berlanjut dan menjadi agenda tahunan yang memberikan dampak nyata bagi pengembangan kompetensi mahasiswa, khususnya di bidang ekonomi, keuangan, dan stabilitas perbankan.

“Kami sangat mengapresiasi kerja sama yang terjalin ini, dan kami berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi ruang rutin tiap tahunnya. Semoga kegiatan LPS Goes To Campus di UIN Mataram berjalan dengan lancar, penuh keberkahan, serta memberikan manfaat seluas-luasnya bagi civitas akademika FEBI dan UIN Mataram secara keseluruhan.”, ujar Dekan FEBI. Acara ini menjadi bukti nyata komitmen bersama antara LPS dan FEBI UIN Mataram dalam membangun generasi muda yang melek literasi keuangan, kritis, dan siap berkontribusi dalam sektor ekonomi dan perbankan di masa mendatang.

Dalam kesempatan ini, Kepala OJK NTB Rudi Sulistyo memberikan penjelasan historis dan struktural mengenai keberadaan LPS serta peran pentingnya dalam ekosistem stabilitas keuangan nasional. Ia menuturkan bahwa berdasarkan sejarah pembentukannya, LPS merupakan lembaga yang lahir lebih awal, yaitu pada tahun 2004, sehingga dalam istilahnya sering disebut sebagai “kakak” dari OJK yang baru dibentuk pada tahun 2011.

Lebih lanjut, Pak Rudi menjelaskan bahwa dalam sektor jasa keuangan Indonesia terdapat empat lembaga utama yang menjalankan fungsi pengawasan dan stabilitas, yaitu Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Keempat lembaga ini tergabung dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK)—forum strategis yang memastikan sistem keuangan tetap kuat dan mampu mencegah krisis, termasuk potensi krisis besar seperti yang pernah terjadi pada tahun 1998, ketika nilai tukar rupiah mengalami pelemahan drastis.

“Dalam menjaga stabilitas keuangan, tidak ada lembaga yang bekerja sendiri. KSSK adalah ruang koordinasi yang memastikan kita belajar dari sejarah, seperti krisis 1998 yang pernah mengguncang perekonomian nasional. LPS hadir sebagai penjamin simpanan masyarakat, sementara OJK bertugas mengawasi keseluruhan sektor jasa keuangan sehingga risiko dapat diminimalkan sejak dini,” ujar Bapak Rudi. “Kita berharap sektor jasa keuangan di NTB semakin kuat, stabil, dan selalu bersinergi. Bank harus tetap dijaga kesehatannya agar tidak menghadapi kondisi krisis. Sinergi lembaga jasa keuangan dan partisipasi dunia akademik seperti UIN Mataram menjadi kunci menciptakan ekosistem keuangan yang sehat, inklusif, dan berdaya saing,” tambahnya.

Selanjutnya, Kepala Kantor Perwakilan LPS II Bambang S. Hidayat, menyampaikan bahwa setiap kali berkunjung ke UIN Mataram, dirinya selalu mendapatkan kesan positif, baik dari suasana akademik maupun lingkungan kampus. Ia juga memberikan pujian khusus atas kemegahan dan keindahan gedung UIN Mataram yang menurutnya menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi kegiatan pendidikan dan kolaborasi antar lembaga.

“Kampus UIN Mataram selalu memberikan kesan yang baik bagi kami. Gedung-gedung di sini sangat indah dan menghadirkan suasana yang mendukung perkembangan akademik. Kehadiran LPS di kampus ini merupakan bagian dari agenda rutin kami di seluruh Indonesia, sekaligus bentuk keseriusan pimpinan LPS saat ini yang memiliki fokus besar dalam memperkuat hubungan dengan perguruan tinggi,” ujarnya.

Bambang menegaskan bahwa LPS memiliki hubungan erat dengan sektor jasa keuangan, khususnya dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional. Dengan cakupan tugas yang sangat luas, LPS terus memperkuat perannya dalam melindungi simpanan masyarakat. Ia menjelaskan bahwa mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan perlu memahami peran LPS, termasuk bagaimana stabilitas keuangan berdampak langsung pada jumlah rekening, nominal simpanan, dan kepercayaan masyarakat terhadap perbankan.

“Ke depan, LPS akan terlibat langsung membantu pembukaan rekening bagi masyarakat sebagai bentuk dukungan terhadap inklusi keuangan. NTB sendiri menunjukkan tingkat optimal pada PPDRB, dan ini tentu menjadi potensi besar bagi penguatan sektor perbankan. Dengan pemahaman literasi keuangan yang baik, mahasiswa dapat berkontribusi dalam menjaga stabilitas tersebut dan membantu memitigasi berbagai risiko keuangan,” tambahnya.

Selain itu, Bambang juga memaparkan peluang kolaborasi yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa UIN Mataram. LPS memiliki beberapa program yang secara langsung dapat diikuti oleh mahasiswa dan lulusan baru (fresh graduate), di antaranya program pelatihan satu tahun, riset rutin yang melibatkan peneliti muda, serta kesempatan beasiswa dan berbagai bentuk kerja sama akademik lainnya.

“Kami mendorong mahasiswa untuk aktif terlibat dalam kegiatan LPS. Ada banyak ruang untuk berkolaborasi, mulai dari riset, pelatihan, hingga beasiswa. LPS sangat terbuka untuk bekerja sama dengan kampus, termasuk UIN Mataram, dalam mencetak generasi yang paham stabilitas keuangan dan siap berkontribusi bagi ekonomi nasional,” jelasnya.

Kegiatan LPS Goes To Campus di UIN Mataram ini tidak hanya memperkuat literasi keuangan tetapi juga membuka ruang sinergi antara dunia akademik dan lembaga keuangan negara. Diharapkan, kerja sama ini terus berlanjut dan menjadi agenda berkelanjutan yang memberi manfaat luas bagi mahasiswa, kampus, serta masyarakat Nusa Tenggara Barat.