Lombok, — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Mataram menggelar kegiatan Sosialisasi Model Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Wisata Halal di Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Kegiatan ini merupakan wujud nyata implementasi kolaborasi empat program studi di lingkungan FEBI, yaitu Ekonomi Syariah, Perbankan Syariah, Pariwisata Syariah, dan Kewirausahaan.

Acara ini dihadiri oleh pimpinan Balai TNGR, dosen, mahasiswa, serta perwakilan pelaku usaha wisata di kawasan Rinjani. Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi antara Perguruan Tinggi, Pemerintah, dan pelaku usaha dalam mengembangkan konsep pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis wisata halal yang berkelanjutan dan berkeadilan.

Empat Perspektif Kolaboratif

Dalam kegiatan ini, masing-masing program studi memberikan kontribusi keilmuan sesuai dengan bidangnya:

Prodi Ekonomi Syariah menekankan pentingnya sertifikasi halal pada produk wisata sebagai jaminan kepercayaan dan daya saing di pasar global.

Prodi Perbankan Syariah menyoroti peran lembaga keuangan mikro syariah dalam menopang sistem pengelolaan keuangan bagi pelaku UMKM di sekitar destinasi wisata.

Prodi Pariwisata Syariah memaparkan strategi implementasi “Halal Trekking” di Gunung Rinjani, sebagai bentuk inovasi wisata yang menggabungkan nilai spiritual, konservasi, dan ekonomi masyarakat lokal.

Prodi Kewirausahaan menekankan pentingnya branding dan inovasi produk UMKM agar mampu bersaing dan dikenal lebih luas oleh wisatawan domestik maupun mancanegara.

Dukungan Balai TN Gunung Rinjani

Dalam sambutannya, Kepala Balai TNGR menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat sebagai pilar utama keberlanjutan pariwisata di kawasan Gunung Rinjani.

“Rinjani bukan hanya destinasi alam, tetapi juga laboratorium hidup untuk pemberdayaan ekonomi dan spiritual masyarakat. Kolaborasi seperti ini sangat dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan antara konservasi dan kesejahteraan,” ujarnya.

Arah Tindak Lanjut

Sebagai tindak lanjut, kegiatan ini akan dilanjutkan dengan pelatihan teknis bagi masyarakat dan pelaku wisata, mencakup sertifikasi halal, digital marketing, serta penguatan kelembagaan ekonomi syariah di desa wisata sekitar Rinjani.

Diskusi berlangsung interaktif, di mana peserta aktif berbagi pengalaman dan gagasan mengenai potensi pengembangan wisata halal di Rinjani, termasuk integrasi nilai-nilai keislaman, kelestarian alam, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal terbentuknya ekosistem wisata halal yang berkelanjutan di kawasan Rinjani, sekaligus memperkuat posisi NTB sebagai destinasi wisata halal unggulan dunia.