Kegiatan Hari Terakhir: “Jangan Sisakan Sampahmu†dan Penanaman Mangrove Bersama Pokmaswas Petrano.
Sambalie – Lombok Timur, 12 Oktober 2025.
Menutup Perjalanan dengan Aksi Nyata di Pesisir Lombok Timur
Setelah sukses melaksanakan kegiatan hari pertama berupa Workshop Sustainable EcoMarine Tourism, mahasiswa Program Studi Pariwisata Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Mataram kembali melanjutkan rangkaian kegiatan Incentive Trip – MICE Project Semester 5A pada hari kedua dengan penuh semangat dan kepedulian lingkungan.
Tema besar kegiatan kali ini, “Gili Eco Edventure: Merawat Laut, Menjaga Kehidupan,†bukan hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam serangkaian aktivitas yang membawa pesan penting tentang tanggung jawab ekologi, pelestarian alam, serta keterlibatan masyarakat dalam pembangunan pariwisata berkelanjutan.
Hari Terakhir dimulai dengan aksi beach clean up bertajuk “Jangan Sisakan Sampahmuâ€, yang dilaksanakan di kawasan pesisir Sambalie. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa peserta trip, didampingi oleh dosen pembimbing Wahyu Khalik, M.Par., serta kelompok masyarakat pengawas (Pokmaswas) Petrano Lombok Timur.
Aksi Beach Clean Up: Membangun Kesadaran, Bukan Sekadar Membersihkan
Kegiatan beach clean up ini tidak sekadar membersihkan pantai dari sampah, tetapi juga mengandung nilai edukatif dan moral yang tinggi. Melalui aksi bertema “Jangan Sisakan Sampahmuâ€, mahasiswa diajak untuk memahami bahwa kebersihan pantai dan laut tidak bisa diserahkan hanya kepada pemerintah atau komunitas lingkungan, melainkan merupakan tanggung jawab bersama.
Dalam sambutannya sebelum kegiatan dimulai, Ketua Prodi Pariwisata Syariah Wahyu Khalik, M.Par, menyampaikan bahwa kebersihan lingkungan pesisir adalah fondasi utama dari pariwisata berkelanjutan.
“Sampah yang tertinggal di pantai hari ini akan menjadi masalah besar bagi generasi mendatang. Maka dari itu, aksi kecil seperti mengutip sampah adalah langkah besar untuk perubahan,†ujar Wahyu.

Selain membersihkan area pantai, mahasiswa juga mendata jenis-jenis sampah yang ditemukan untuk keperluan edukasi lingkungan dan riset sederhana. Data tersebut nantinya akan digunakan untuk mendukung pembelajaran mata kuliah Sustainable Tourism Management dan Community-Based Tourism, sehingga mahasiswa tidak hanya belajar secara teoritis di kelas, tetapi juga mengamati realitas di lapangan.
Aksi ini juga menjadi bentuk kontribusi nyata UIN Mataram melalui mahasiswanya terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya poin ke-14 (Life Below Water) dan poin ke-15 (Life on Land).
Mengunjungi Empat Gili: Menyapa Keindahan, Mengenal Kehidupan Laut
Usai kegiatan bersih pantai, rombongan melanjutkan perjalanan menjelajahi empat pulau kecil atau “Gili†yang menjadi bagian dari kawasan ekowisata Lombok Timur.
Empat gili yang dikunjungi meliputi:
- Gili Bidara,
- Gili Kondo,
- Gili Petagan, dan
- Gili Kapal.
Keempat gili ini memiliki karakteristik ekosistem yang berbeda, tetapi saling berhubungan sebagai satu kesatuan wilayah pesisir dan laut yang menjadi rumah bagi beragam biota laut. Dalam setiap kunjungan, mahasiswa diperkenalkan secara langsung terhadap kondisi ekosistem setempat, termasuk terumbu karang, padang lamun, dan hutan mangrove.
Kegiatan ini difasilitasi oleh tim Pokmaswas Petrano, yang telah berpengalaman dalam menjaga kawasan konservasi laut di Lombok Timur. Mahasiswa mendapat penjelasan langsung tentang fungsi ekologis mangrove sebagai habitat berbagai jenis ikan, kepiting, dan moluska, serta peran pentingnya dalam mencegah abrasi pantai.
Menurut Herman, Ketua Pokmaswas Petrano Lombok Timur,
“Mangrove bukan hanya pohon, tetapi sistem kehidupan yang melindungi garis pantai kita. Di bawah akarnya, banyak biota laut tumbuh dan berkembang. Jika mangrove rusak, maka ekosistem pesisir akan kehilangan keseimbangan.â€
Pernyataan tersebut membuka wawasan mahasiswa bahwa pelestarian mangrove tidak hanya penting dari sisi ekologis, tetapi juga berdampak langsung terhadap ekonomi masyarakat pesisir yang menggantungkan hidupnya pada sektor perikanan dan wisata bahari.
Penanaman Mangrove: Menanam Harapan untuk Laut yang Lestari
Salah satu momen paling berkesan dari kegiatan hari kedua adalah aksi penanaman mangrove di kawasan konservasi yang dikelola Pokmaswas Petrano. Setiap mahasiswa secara simbolis menanam satu bibit mangrove, sebagai wujud komitmen terhadap pelestarian alam.
Kegiatan ini bertujuan untuk memulihkan kawasan pesisir yang mengalami degradasi akibat abrasi dan aktivitas manusia, sekaligus memberikan pengalaman langsung tentang pentingnya konservasi lingkungan dalam konteks pariwisata syariah.
Dosen pembimbing kegiatan, Wahyu Khalik, M.Par., menjelaskan bahwa penanaman mangrove bukan hanya simbolis, tetapi juga memiliki nilai edukatif dan spiritual:
“Dalam perspektif pariwisata syariah, menjaga lingkungan adalah bagian dari amanah manusia sebagai khalifah di bumi. Dengan menanam mangrove, kita bukan hanya menanam pohon, tetapi menanam nilai tanggung jawab, keberlanjutan, dan keberkahan.â€


Mahasiswa juga diperlihatkan langsung bagaimana berbagai biota laut memanfaatkan ekosistem mangrove sebagai tempat tinggal dan tempat berkembang biak. Mereka mengamati ikan-ikan kecil, udang, dan kepiting yang hidup di antara akar mangrove, serta belajar mengenai rantai makanan dan keseimbangan ekosistem laut.
Bagi mahasiswa, pengalaman ini menjadi momen reflektif. Banyak dari mereka menyadari bahwa keindahan alam yang selama ini mereka nikmati sebagai objek wisata ternyata memiliki sistem ekologis yang kompleks dan rentan. Hal ini menumbuhkan empati dan kesadaran baru untuk menjadi wisatawan yang bertanggung jawab.
Wisata Bawah Laut: Menyelami Keindahan dan Kesadaran
Sebagai penutup kegiatan Gili Eco Edventure, seluruh peserta diajak mengikuti wisata bawah laut (snorkeling) di sekitar perairan Gili Bidara dan Gili Kondo. Kegiatan ini menjadi pengalaman puncak yang memadukan antara rekreasi, pembelajaran, dan refleksi ekologis.

“Melihat langsung keindahan laut membuat saya sadar betapa pentingnya menjaga kebersihan dan keseimbangan alam. Laut bukan tempat membuang sampah, tapi tempat kita belajar tentang kehidupan.â€
Dengan pendampingan dari instruktur lokal dan anggota Pokmaswas, mahasiswa diperkenalkan pada beragam biota laut seperti ikan hias, terumbu karang, dan bintang laut yang hidup di kawasan tersebut. Sebelum terjun ke laut, peserta terlebih dahulu mendapatkan briefing mengenai do and don’t saat snorkeling dan diving, seperti tidak menyentuh karang, tidak memberi makan ikan secara langsung, serta menjaga jarak agar tidak merusak habitat alami.
Kegiatan snorkeling bukan sekadar wisata, tetapi sarana untuk menumbuhkan kecintaan terhadap laut melalui pengalaman langsung. Mahasiswa mengaku terkesan dan tersentuh melihat keindahan bawah laut Lombok Timur yang masih alami.
Penanggung jawab incentive trip Sonalia Safitri, mengungkapkan,
Refleksi dan Penutupan: Dari Gili, Untuk Negeri
Menjelang sore hari, kegiatan ditutup dengan sesi refleksi bersama di tepi pantai. Seluruh mahasiswa peserta, dosen pembimbing, dan Ketua Pokmaswas saling berbagi pengalaman dan kesan selama dua hari kegiatan berlangsung.
Dalam kesempatan tersebut, Trip Leader Dimas Andrean, Sonalia Safitri menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi aktif sejak hari pertama hingga penutupan kegiatan. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat adalah bentuk pembelajaran yang sesungguhnya dalam bidang pariwisata.

Sementara itu, Wahyu Khalik, M.Par. menyampaikan rasa syukur karena kegiatan Incentive Trip – MICE Project Semester 5A dapat berjalan dengan lancar dari keberangkatan hingga kembali ke kampus UIN Mataram.
“Alhamdulillah, semua kegiatan berjalan sesuai rencana. Mahasiswa tidak hanya belajar tentang perencanaan dan pelaksanaan event pariwisata, tetapi juga memahami nilai-nilai keberlanjutan, kepedulian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakatâ€, ujar Wahyu.
Beliau juga menekankan pentingnya menjadikan kegiatan serupa sebagai program berkelanjutan di masa depan, agar mahasiswa setiap angkatan dapat memperoleh pengalaman belajar langsung di lapangan.
Harapan dan Rekomendasi untuk Keberlanjutan
Dari keseluruhan rangkaian kegiatan, ada beberapa pesan penting yang dapat disimpulkan sebagai bentuk rekomendasi untuk pengembangan ekowisata berkelanjutan di Lombok Timur:
- Kolaborasi lintas pihak antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, kelompok masyarakat, dan pelaku wisata harus terus diperkuat untuk menjaga kawasan pesisir.
- Edukasi lingkungan perlu menjadi bagian integral dari setiap kegiatan wisata, agar wisatawan memahami dampak perilaku mereka terhadap alam.
- Program penanaman mangrove perlu dilanjutkan dan dipantau secara berkala untuk memastikan tingkat kelangsungan hidup tanaman dan manfaat ekologisnya.
- Pemberdayaan masyarakat pesisir sebagai pelaku utama dalam pengelolaan wisata harus terus ditingkatkan melalui pelatihan dan pendampingan.
- Kegiatan akademik berbasis lapangan seperti MICE Project perlu diformulasikan sebagai laboratorium hidup (living laboratory) bagi mahasiswa pariwisata syariah.
Dengan demikian, kegiatan Gili Eco Edventure 2025 bukan hanya menjadi pengalaman wisata edukatif, tetapi juga menjadi model pembelajaran kontekstual berbasis nilai-nilai Islam dan konservasi lingkungan.
Penutup: Menjaga Laut, Menjaga Kehidupan
Kegiatan hari kedua ini menjadi penegasan bahwa laut bukan sekadar objek wisata, melainkan bagian dari kehidupan yang harus dijaga dengan rasa tanggung jawab dan cinta. Melalui aksi nyata, pengetahuan, dan kolaborasi, mahasiswa pariwisata syariah UIN Mataram telah membuktikan bahwa generasi muda dapat menjadi pelopor perubahan menuju pariwisata yang lebih beretika dan berkelanjutan.
“Menjaga laut berarti menjaga kehidupan. Dan setiap langkah kecil yang kita lakukan hari ini akan menjadi warisan besar bagi bumi esok hari.â€
Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan Inventive Trip – MICE Project Semester 5A berjalan lancar dan sukses hingga rombongan kembali ke kampus UIN Mataram dengan membawa pengalaman, pengetahuan, dan semangat baru untuk terus berkarya demi keberlanjutan pariwisata Indonesia.
Humas Pariwisata Syariah FEBI UIN Mataram
📠Sambalie, Lombok Timur – 12 Oktober 2025