Mataram, 27 Oktober 2025 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram sukses menggelar kegiatan Seminar Jurnalistik Mahasiswa dengan mengusung tema “Jurnalistik Cerdas di Era Artificial Intelligenceâ€, bertempat di Aula FEBI UIN Mataram. Kegiatan ini diikuti oleh serratus peserta yaitu mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan FEBI dan menjadi momentum penting dalam menumbuhkan literasi media serta kemampuan berpikir kritis mahasiswa di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan.
Acara ini secara resmi dibuka oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Prof. Dr. Baiq El Badriati, M.E.I., yang dalam sambutannya menegaskan bahwa dunia jurnalistik saat ini tengah menghadapi tantangan besar akibat kemajuan teknologi, khususnya Artificial Intelligence (AI). Beliau mendorong mahasiswa agar mampu beradaptasi dengan perkembangan tersebut tanpa kehilangan nilai-nilai etika, kebenaran, dan tanggung jawab sosial sebagai calon intelektual muda.

“Teknologi seperti Artificial Intelligence tidak bisa dihindari, tetapi harus dipahami dan dimanfaatkan dengan bijak. Mahasiswa sebagai generasi akademik perlu memiliki kecerdasan literasi digital dan kemampuan berpikir kritis agar tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu menjadi produsen informasi yang cerdas dan beretika,†tutur Prof. Dr. Baiq El Badriati, M.E.I. saat membuka acara.
Sebelumnya, kegiatan diawali dengan sambutan dari Wakil Dekan III FEBI UIN Mataram, Dr. Safroni Isrososiawan, MM. Ia menilai seminar jurnalistik menjadi wadah penting bagi mahasiswa FEBI untuk mengasah kemampuan komunikasi publik, berpikir analitis, dan memahami peran media dalam membentuk opini sosial.
“Kemampuan menulis, menyampaikan informasi, dan berpikir kritis merupakan kompetensi yang sangat dibutuhkan, tidak hanya bagi mahasiswa jurnalistik, tetapi juga bagi mahasiswa ekonomi dan bisnis Islam. Di era digital seperti sekarang, kemampuan tersebut menjadi kunci untuk berkompetisi dan berkontribusi dalam masyarakat,†ujar Dr. Safroni Isrososiawan.
Seminar ini menghadirkan dua narasumber terkemuka di dunia jurnalistik, yaitu Sirtupilaili, Ketua Redaksi Tribun News, dan Ahmad Iklilludin, General Manager Radar Lombok sekaligus Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dalam pemaparannya, Sirtupilaili menjelaskan bagaimana perkembangan teknologi kecerdasan buatan mengubah pola kerja dan sistem pemberitaan di dunia media massa. Menurutnya, jurnalis masa kini dituntut untuk mampu memanfaatkan teknologi digital dalam proses pencarian, verifikasi, dan penyajian berita tanpa mengorbankan nilai kebenaran dan akurasi informasi.
“AI bisa menjadi mitra yang kuat bagi jurnalis, bukan ancaman. Namun, kecerdasan manusia tetap tak tergantikan dalam hal intuisi, empati, dan tanggung jawab moral terhadap publik,†ungkapnya.
Sementara itu, Ahmad Iklilludin menyoroti pentingnya integritas dan etika jurnalistik di tengah gempuran teknologi. Sebagai Ketua PWI NTB, ia menekankan bahwa jurnalisme tidak boleh kehilangan ruh kemanusiaannya.
“Teknologi hanyalah alat. Jurnalis yang baik tetap harus berpegang pada prinsip kebenaran, keadilan, dan kepentingan publik. Mahasiswa harus belajar menulis dan berpikir kritis agar bisa menjadi agen perubahan, bukan sekadar penonton di tengah arus informasi,†tegas Ahmad Iklilludin.
Kegiatan seminar berlangsung interaktif dengan sesi diskusi terbuka, tanya jawab, dan simulasi analisis berita berbasis teknologi. Para mahasiswa tampak antusias mengikuti setiap sesi, menunjukkan minat besar terhadap dunia jurnalistik modern dan tantangan yang dihadapi di era digital. Dengan berakhirnya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa FEBI UIN Mataram dapat mengembangkan kemampuan literasi media, komunikasi strategis, serta tanggung jawab sosial dalam mengelola dan menyebarkan informasi. Seminar ini juga diharapkan menjadi langkah awal bagi lahirnya generasi muda FEBI yang cerdas, berintegritas, dan siap berkontribusi dalam dunia informasi modern yang dinamis.