Mataram, 10 Oktober 2025 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram melaksanakan Rapat Koordinasi Program Kegiatan Tahun Akademik 2025/2026, bertempat di ruang rapat dekanat FEBI. Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan FEBI Prof. Dr. Baiq El Badriati, M.E.I., Wakil Dekan I Prof. Dr. H. Muslihun, M.Ag, Wakil Dekan III Dr. Safroni Isrososiawan, M.M., Kepala Bagian Tata Usaha Arya Hukmi, M.M, serta para Ketua dan Sekretaris Program Studi Ekonomi Syariah (Imronjana Syapriatama, M.SEI., dan Sirrul Hayati, M.Ak), Perbankan Syariah (Gatot Suhirman, M.Si., dan Shofia Mauizotun Hasanah, M.E.I) Pariwisata Syariah (Wahyu Khalik, M.Par., dan Abdul Hadi Sukmana, M.E), dan Kewirausahaan (Restu Fahdiansyah, M.S.A., dan Muhammad Rido, M.M) yang baru saja mendapatkan amanah baru.
Rapat ini diselenggarakan sebagai bentuk konsolidasi awal untuk menyusun langkah strategis, menyinergikan program kerja, dan memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan mutu akademik, tata kelola, dan kinerja kelembagaan.
Dalam kesempatan ini, Dekan FEBI, Prof. Dr. Baiq El Badriati, M.E.I., menekankan pentingnya keselarasan visi antar unsur fakultas dalam menghadapi dinamika dan tantangan pendidikan tinggi keislaman di era digital dan globalisasi.
“Kita memasuki tahun akademik baru dengan semangat baru. Fokus kita adalah memperkuat mutu akademik, memperluas jejaring kerja sama, dan meneguhkan layanan fakultas yang cepat, adaptif, dan berorientasi pada kepuasan sivitas akademika,†ujar Dekan.

Beliau juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas bidang antara akademik, kemahasiswaan, dan tata kelola. Semua program studi diharapkan memiliki rencana kerja yang terukur, mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU), dan relevan dengan visi FEBI sebagai fakultas yang unggul, inovatif, serta berdaya saing di bidang ekonomi dan bisnis Islam.
Baca juga: REKTOR PROF. DR. H. MASNUN TAHIR, M.AG. MENYAPA PAGI: MENEBAR DOA, MENANAM DISIPLIN, DAN MENUMBUHKAN SEMANGAT DI UIN MATARAM
Selanjutnya, Wakil Dekan I Prof. Dr. H. Muslihun, M.Ag., menyoroti pentingnya momentum refreshment bagi para Ketua dan Sekretaris Program Studi yang baru menjabat. Ia menegaskan bahwa regenerasi kepemimpinan di tingkat program studi merupakan bagian strategis dalam memperkuat sistem akademik dan menjaga kesinambungan mutu kelembagaan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Mataram. Selain itu, Beliau juga mengingatkan pentingnya membangun budaya akademik yang sehat, disiplin, dan kolaboratif antara dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan.
Dalam sesi pembahasan bidang kemahasiswaan, Wakil Dekan III Dr. Safroni Isrososiawan, M.M., menyampaikan pentingnya pemetaan (mapping) potensi, minat, dan bakat mahasiswa di setiap program studi sebagai dasar dalam perencanaan kegiatan pengembangan kemahasiswaan.
“Mahasiswa FEBI memiliki karakter dan potensi yang beragam sesuai bidang keilmuan mereka. Karena itu, kita perlu melakukan pemetaan soft skills yang lebih terarah agar program pembinaan dan pengembangan kemahasiswaan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan keunggulan masing-masing prodi,†jelasnya.
Kepala Bagian Tata Usaha Arya Hukmi, M.M., menyampaikan fokus pembagian porsi jobdesk sesuai dengan bidang analisis jabatan (Anjab) dan analisis beban kerja (ABK), serta peningkatan kualitas sarana dan prasarana di lingkungan fakultas dan gedung kuliah bersama (SBSN). Beliau menjelaskan bahwa pemetaan Anjab/ABK ini penting untuk memastikan distribusi tugas yang proporsional antara tenaga kependidikan, staf administrasi, dan pelaksana teknis, sehingga tidak terjadi tumpang tindih fungsi dan pekerjaan.
Dalam sesi diskusi yang melibatkan seluruh unsur pimpinan fakultas, perwakilan dari Ketua dan Sekretaris Program Studi Ekonomi Syariah, Perbankan Syariah, Pariwisata Syariah, dan Kewirausahaan menyampaikan pandangan bersama terkait pentingnya memperkuat koordinasi antara tim akademik fakultas dengan bagian akademik di tingkat rektorat.
“Kami memandang bahwa kelancaran pelayanan akademik di tingkat program studi sangat bergantung pada sinkronisasi kebijakan dan sistem antara fakultas dan rektorat. Oleh karena itu, koordinasi yang lebih intensif dan terstruktur sangat diperlukan agar seluruh proses akademik berjalan selaras dengan kebutuhan di masing-masing prodi,†ujar Gatot Suhirman, M.Si.