Lombok Barat, 8 November 2025 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram kembali melaksanakan program FEBI Goes to Pesantren melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) dengan tema “Pendampingan Penyusunan Business Model Canvas (BMC) bagi Pengelola Unit Bisnis Pesantren”. Kegiatan ini diselenggarakan di Aula Yayasan Pondok Pesantren Al-Ishlahuddiny Kediri, Kabupaten Lombok Barat, pada Sabtu, 8 November 2025.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas pengelolaan bisnis di lingkungan pesantren, khususnya dalam merancang model bisnis yang sistematis, terukur, dan berorientasi pada kemandirian ekonomi pesantren. Peserta kegiatan terdiri dari para pengelola Unit Bisnis Pesantren (UBP), para ustaz pembina usaha, serta santri yang terlibat dalam kegiatan ekonomi produktif pesantren.

Materi utama disampaikan oleh dosen FEBI UIN Mataram, Muhammad Rido, M.M. dan Abdul Hadi Sukmana, M.E., yang menekankan pentingnya Business Model Canvas (BMC) sebagai alat perencanaan bisnis modern yang dapat diaplikasikan tanpa meninggalkan karakter keislaman pesantren. Model ini menolong pesantren dalam memetakan konsumen, proposisi nilai, sumber daya, alur pendapatan, hingga strategi keberlanjutan usaha.

“Pesantren hari ini bukan hanya pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat. BMC menjadi sarana agar unit bisnis pesantren tidak hanya berjalan, tetapi juga mampu bersaing secara sehat dan terukur,” ujar Muhammad Rido saat membuka sesi pendampingan.

Sesi pelatihan dilakukan secara interaktif, diawali pemahaman 9 blok utama BMC, dilanjutkan dengan simulasi dan penyusunan langsung oleh peserta berdasarkan unit usaha masing-masing, seperti usaha bakery santri, penjualan air minum pesantren, hingga percetakan edukasi islami. Peserta dibagi dalam kelompok, didampingi langsung oleh pemateri dan tim fasilitator.

Selain transfer pengetahuan, kegiatan ini juga memperkuat hubungan kemitraan antara FEBI UIN Mataram dan pesantren, sebagai bentuk komitmen kampus dalam membangun ekosistem kewirausahaan berbasis nilai-nilai keislaman.

Perwakilan Pimpinan Pesantren Al-Ishlahuddiny, dalam sambutannya, mengapresiasi program ini karena selaras dengan visi pesantren untuk melahirkan santri yang mandiri, religius, dan berdaya saing di bidang ekonomi.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan dokumen rencana tindak lanjut (RTL) yang akan menjadi dasar kerja sama lanjutan antara FEBI dan UBP untuk monitoring dan inkubasi bisnis pesantren.