Sembalun, 8-9 November 2025. Mahasiswa Program Studi Pariwisata Syariah Semester 5 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Mataram melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk Eduvibes: Halal Learning dan Healing selama dua hari di Kecamatan Sembalun, Lombok Timur. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya nyata kampus dalam menghadirkan pendidikan yang aplikatif, berkelanjutan, serta berdampak langsung bagi masyarakat.

Program Studi Pariwisata Syariah merupakan bagian dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Mataram yang berkomitmen mengembangkan ilmu dan praktik pariwisata berbasis nilai-nilai Islam, keberlanjutan, dan kearifan lokal. Melalui pendekatan Learning by Doing, mahasiswa dibekali kemampuan akademik sekaligus pengalaman lapangan agar mampu menjadi pelaku dan penggerak utama dalam industri pariwisata halal berkelanjutan.

Hari Pertama: Fun Sharing di SMPN 1 Sembalun. Rangkaian kegiatan dimulai dengan Fun Sharing di SMPN 1 Sembalun, yang diterima secara resmi oleh Wakil Kepala Sekolah, Ibu Nurul. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kehadiran UIN Mataram, yang menjadi universitas lokal pertama melaksanakan kegiatan edukatif dengan sasaran siswa SMP di Sembalun.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Edukasi sejak dini tentang pariwisata berkelanjutan penting untuk menanamkan kesadaran kepada generasi muda Sembalun. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut,” ujar Ibu Nurul.

Sementara itu, Wahyu Khalik, Ketua Program Studi Pariwisata Syariah FEBI UIN Mataram, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen perguruan tinggi dalam mendukung keberlanjutan pariwisata lokal.

“UIN Mataram melalui Prodi Pariwisata Syariah berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, memberikan pendampingan dan inspirasi agar pariwisata tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga membawa keberkahan dan keseimbangan bagi lingkungan serta masyarakat,” tegasnya.

Para siswa SMPN 1 Sembalun terlihat sangat antusias. Mereka aktif berdiskusi dan bertukar gagasan dengan mahasiswa mengenai masa depan pariwisata di daerah mereka. Muhammad Akbar, salah satu mahasiswa, menyampaikan bahwa keterlibatan generasi muda lokal sangat penting dalam menjaga keberlanjutan destinasi.

Selain edukasi, kegiatan ini juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat. Mahasiswa menggunakan homestay milik warga Sembalun sebagai tempat tinggal selama kegiatan berlangsung. Hal ini menjadi wujud nyata penerapan halal tourism with impact, di mana ekonomi lokal ikut bergerak melalui kolaborasi akademik dan masyarakat.

Hari Kedua: Diskusi Inspiratif di Sekolah Alam Rinjani. Pada hari berikutnya, mahasiswa dan dosen melakukan kunjungan ke Sekolah Alam Rinjani (SAR) untuk berdiskusi dengan pengelola, Bang Aam dan Bang Nazil. Diskusi berlangsung hangat dengan topik-topik menarik seputar:

  1. Sistem Pengelolaan Trilogy (Tuhan, Sesama, dan Lingkungan)
  2. Motivasi dan Inspirasi dalam Pendidikan Alam
  3. Penerapan Konsep Pariwisata Halal di Sekolah Alam Rinjani dan Persepsi Wisatawan
  4. Konservasi Alam dan Pendidikan Lingkungan

Dalam kesempatan itu, Wahyu Khalik menyoroti keselarasan antara konsep Trilogy yang diterapkan SAR dengan nilai Ecotheology yang kini tengah digalakkan oleh Kementerian Agama.

“Trilogy—hubungan harmonis antara Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan—adalah cerminan dari Ecotheology. Keduanya mengajarkan keseimbangan hidup dan tanggung jawab spiritual dalam menjaga alam,” ungkapnya.

Kegiatan diskusi ditutup dengan survey lapangan ke berbagai area yang dikelola oleh SAR Rinjani, meliputi lokasi camping, area penanaman dan pembibitan, peternakan, serta Berugaq Baca. Mahasiswa mendapat pengalaman langsung tentang bagaimana konsep pendidikan alam dipadukan dengan pemberdayaan ekonomi dan konservasi lingkungan.

Harapan dari Sekolah Alam Rinjani Sembalun: Pihak Sekolah Alam Rinjani menyampaikan harapan agar kerja sama dengan UIN Mataram dapat terus berlanjut secara berkesinambungan.

“Kami berharap sinergi ini tidak berhenti di sini. Kami membuka ruang kolaborasi riset, pengabdian, dan pelatihan bersama mahasiswa UIN Mataram agar dapat memperkuat ekosistem pendidikan dan pariwisata berkelanjutan di Sembalun,” tutur Bang Nazil, salah satu pengelola SAR.

Eduvibes: Menyatu, Mengabdi, dan Menginspirasi: Halal Learning dan Healing merupakan refleksi dari semangat mahasiswa UIN Mataram untuk menyatu dengan masyarakat, mengabdi dengan ilmu, dan menginspirasi lewat tindakan nyata. Selama dua hari, mereka tidak hanya belajar dari masyarakat, tetapi juga memberi warna baru dalam perjalanan menuju pariwisata yang lebih berkelanjutan, beretika, dan berkeadilan sosial.

Dengan mengusung nilai Pariwisata Syariah Berkelanjutan, kegiatan ini menunjukkan bahwa keberlanjutan tidak hanya berbicara tentang lingkungan, tetapi juga keseimbangan antara ekonomi, sosial, dan spiritual, sebagaimana tercermin dalam prinsip 5C Pariwisata Syariah—Clean, Comfortable, Compatible, Consistent, and Conscience.

Kontributor: Tim Mahasiswa Pariwisata Syariah Semester 5
Editor: Humas FEBI UIN Mataram
📧 febi@uinmataram.ac.id | 🌐 www.febi.uinmataram.ac.id